Cara Merawat Tanaman Cabe Rawit Agar Berbuah Lebat

Cara merawat tanaman cabe rawit agar berbuah lebat dan subur. Cabe adalah buah tanaman dari genus Capsicum, dan anggota famili Solanaceae. Ada banyak varietas tanaman cabe. Yang paling terkenal di Indonesia adalah yaitu cabe besar (Capsicum annuum L.) dan cabe rawit (Capsicum frutescens L.).

Kedua cabe ini tumbuh seperti tanaman semak tetapi bercabang dengan batang hijau-coklat dan daun oval sederhana. Tanaman cabe memiliki bunga dengan lima kelopak, biasanya berwarna putih. Cabe kebanyakan ditemukan di Inggris, Australia, Afrika Selatan, India dan negara-negara Asia lainnya.

Spesifikasi Tanaman Cabe Rawit

  • Siklus hidup: termasuk tanaman tahunan dan perennial (dapat tumbuh lebih dari 2 tahun)
  • Tinggi: 20 hingga 39 inci
  • Lebar/Spread: 1-3 kaki
  • Musim berbunga: awal musim kemarau
  • Bunga: Bunga cabe muncul secara tunggal atau dalam kelompok kecil yang terdiri dari dua hingga tiga bunga dengan warna dan ukuran yang bervariasi.
  • Dedaunan: Memiliki pertumbuhan batang tipis dengan daun tipis berfoliasi yang terlihat cukup menarik.

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk merawat tanaman cabe rawit agar berbuah lebat:

Sinar matahari

Tanaman cabe rawit sangat menyukai sinar matahari, oleh karena itu tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari penuh sekitar 6-8 jam per hari. Letakkan pot atau spot tanam cabe di tempat yang banyak mendapatkan sinar matahari.

Tanaman cabe juga dapat ditanam di dalam ruangan dengan sinar matahari yang tepat dan penyiraman yang sesuai. Jadi jangan kaget jika Kamu melihat ada beberapa orang yang memelihara cabe dengan tujuan sebagai tanaman hias, karena cabe rawit terlihat menarik sebagai tanaman dalam ruangan.

Air

Cabe rawit tidak membutuhkan air dalam jumlah yang banyak. Jadi cukup di siram sesekali saja saat permukaan media tanamnya terlihat kering.

Musim tanam

Karena merupakan tanaman yang menyukai sinar matahari, musim tanam dapat dilakukan pada akhir musim hujan.

Cara menyemai

Tabur benih cabe rawit di media tanam berupa tanah yang gembur, baik di dalam pot, kontainer, atau tanah secara langsung. Cabe rawit membutuhkan kehangatan dan waktu yang lama untuk berbuah. Mereka membutuhkan suhu perkecambahan optimal antara 27°C sampai dengan 32°C dan tanah berbasis lempung atau kompos.

Perawatan

Tanaman cabe rawit tidak boleh terlalu banyak disiram karena daunnya bisa menguning yang menunjukkan mati jika tanah yang menjadi media tanam terlalu basah. Jika Kamu menanam cabe rawit pada pot atau kontainer, maka kamu harus memastikan bahwa pot atau kontainer yang digunakan untuk menanam cabe rawit memiliki lubang dan drainase yang baik.

Hama

Cabe rawit dapat terserang berbagai hama dan penyakit termasuk lalat hijau, hawar kentang, thrips, busuk ujung bunga dan botrytis. Mereka dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang subur dan menyebabkan penurunan kesehatan tanaman.

Panen

Cabe rawit dapat dipanen saat berwana hijau atau dibiarkan matang di tanaman. Warna matang akan tergantung pada varietas yang ditanam dan bisa merah, kuning, oranye atau bahkan hitam. Jika dibiarkan di dalam tanaman sampai matang, cabe rawit akan memiliki rasa tekstur yang lebih mudah di lunakkan.

Penanaman

Bibit cabe dapat ditanam ke dalam pot kecil atau polybag dan dipadatkan ke tanah dengan menggunakan kompos atau di kubur secara menyeluruh. Jika kamu menyemai biji cabe rawit dalam jumlah banyak, maka pastikan terdapat jarak yang cukup antar biji agar mereka dapat berkecambah dengan sempurna.

Rahasia merawat tanaman cabe rawit agar berbuah lebat dan subur

Jika kamu merawat tanaman cabe rawit sebagai hobi dan menanamnya di dalam pot atau kontainer, maka ada sebuah tips yang dapat membantu memaksimalkan kesuburan tanaman ini. Dengan cara ini, tanaman cabe rawit di jamin akan tumbuh subur dan berbuah lebat. Dan uniknya, cara ini tidak membutuhkan pupuk!

Mau tahu bagaimana cara merawat tanaman cabe rawit agar berbuah lebat dan subur? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Kunci dari kesuburan dan lebatnya buah cabe merah terdapat pada media tanam yang baik. Dan media tanam paling baik untuk tanaman cabe merah adalah kompos.

cara-merawat-tanaman-cabe-rawit-agar-berbuah-lebat

Potongan akar eceng gondok

Eceng gondok – Kompos yang alami

Pertanyaannya, kira-kira di manakah kita dapat menemukan kompos alami dengan mudah?

Nah, syukurnya di Indonesia terdapat banyak rawa-rawa yang di tumbuhi oleh eceng gondok. Tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) sering sekali di anggap sebagai gulma, karena dapat menutupi aliran sungai dan merusak ekosistem sungai.

Kita dapat mendapatkan kompos yang sangat baik dari eceng gondok. Caranya, kumpulkan beberapa eceng gondok, kemudian ambil bagian akar dan batang bawahnya dengan pisau. Simpan bagian akar dan batang bawah eceng gondok ini kedalam ember atau sejenisnya. Biarkan terdekomposisi selama sekitar 3 hari.

Setelah mulai terdekomposisi, masukkan bagian akar eceng gondok ini ke dalam pot atau kontainer tempat kita menanam cabe rawit secara merata. Kompos ecek gondok ini akan berfungsi sebagai pupuk kompos alami dan membantu merawat tanaman cabe rawit agar berbuah lebat dan subur.

Kamu juga dapat mencampurkan kompos eceng gondok ini dengan tanah untuk menanam cabe rawit. Sekian dulu ya teman-teman sedikit bahasan tentang merawat tanaman cabe rawit agar berbuah lebat dan subur. Semoga bisa memberikan manfaat! (done)

Tags: #cabai #komoditas #pertanian

Sukses Budidaya Sirih Cina: Superfood Yang di Anggap Gulma
Budidaya sirih cina – Sirih cina (Peperomia
Untung Besar! Menanam Pepaya California Agar Berbuah Lebat
Menanam Pepaya California Agar Berbuah Lebat –
Cara Mudah Menanam Kopi dari Biji Hingga Tumbuh Subur
Tanaman kopi adalah tanaman biji-bijian yang memiliki
7 Cara Sukses Bagaimana Agar Pohon Sawo Berbuah Lebat
Bagaimana agar pohon sawo berbuah lebat –

Tinggalkan pesan "Cara Merawat Tanaman Cabe Rawit Agar Berbuah Lebat"


Top