Panduan Menanam Pare di Pekarangan Rumah atau Taman

Di Tanaman Pekarangan 131 views

Siapa yang tidak kenal dengan pare? Pare adalah salah satu buah yang biasanya diolah menjadi masakan favorit di Indonesia. Ada banyak variasi masakan yang berbahan dasar pare, misalnya pare asam manis, sambal goreng pare, dan sebagainya. Rasa pare cukup pahit, namun sangat banyak penggemarnya.

Pare adalah anggota dari keluarga Cucurbitaceae, yang termasuk di dalamnya labu, semangka, dan mentimun. Pare dapat tumbuh seperti mentimun atau melon yang butuh setidaknya tiga hingga empat bulan pada cuaca panas dan lembab untuk matang.

Pare adalah tanaman merambat. Pare memiliki bentuk daun dan tumbuh dengan cara yang mirip dengan labu, mentimun, dan semangka yang menghasilkan tanaman merambat. Buahnya lonjong dan bertekstur unik pada permukaannya. Biasanya panjangnya sekitar 20 cm tetapi buah dapat bervariasi panjangnya antara 2 dan 10 inci (5-25 cm). Buah berubah warna dari hijau ke kuning ke oranye saat matang dan terlalu matang. Dagingnya memiliki tekstur berair, renyah, mirip dengan mentimun.

Cara Menanam Pare Di Pekarangan Rumah

Waktu tanam

Pare adalah tanaman musim hangat dan paling cocok untuk tumbuh di panas dan kelembaban tropis. Tanam pare di awal musim kemarau dengan menggunakan benih berupa biji atau hasil transplantasi dari tanaman pare yang sudah dewasa.

Pilih tempat penanaman yang hangat dan cerah—setidaknya terpapar sinar matahari 6 jam setiap hari. Tanam pare di tanah yang kaya kompos dan dikeringkan dengan baik dengan pH berkisar antara 5,5 hingga 6,7. Siapkan bedengan sebelum menanam dengan menambahkan kompos dan pupuk kandang. Pare dapat tumbuh pada tekstur tanah berpasir atau berlumpur selama memiliki drainase yang baik.

Penanaman dan jarak tanam

Tabur benih di lubang sedalam sekitar setengah inci (1,25 cm) dan berjarak 12 inci (30 cm). Taburkan dua benih di setiap lubang. Benih akan berkecambah dalam 8 sampai 10 hari. Dan siapkan pagar rambatan agar kelak pare dapat tumbuh merambat dengan baik.

Selain untuk merambat, teralis atau pagar dapat mempermudah proses panen. Tempatkan rambatan setinggi 6 kaki (1,8 meter) dan lebar atau sedikit lebih di samping setiap tanaman. Ketika

Buah yang tumbuh di rambatan akan tumbuh lebih panjang dan lebih lurus daripada yang ditanam di tanah.

Air dan pupuk

Jaga agar bedeng tanam pare tetap lembab; air sangat penting untuk perkembangan dan pertumbuhan buah. Kompos akan memberi nutrisi tanaman pare. Anda juga bisa menambahkan pupuk organik slow release 5-10-10 di sekitar tanaman di awal musim.

Tanaman Pendamping

Pare dapat di tanam tumpang sari dengan beberapa tanaman lainnya, seperti kacang, jagung, kacang polong,, dan labu. Jangan menanam pare dengan kentang dan rempah-rempah.

Perawatan

Pare yang merambat keatas menghasilkan buah gantung, yang tumbuh panjang dan lurus. Tanaman merambat yang dibiarkan tergeletak di tanah harus diberi mulsa dengan jerami atau plastik agar buah tidak menempel di tanah.

Ujung tanaman merambat yang tumbuh harus dipangkas atau dijepit ketika mencapai puncak penyangga, demikian juga cabang lateral bawah yang panjang. Dengan demikian pare akan menghasilkan lebih banyak bunga dan buah. Pangkas saat bunga betina pertama muncul; bunga betina mengikuti bunga jantan.

Penyerbukan

Tanaman merambat biasanya mulai berbunga sekitar 5 hingga 6 minggu setelah tanam. Bunga jantan terbuka terlebih dahulu, diikuti dalam seminggu atau lebih oleh bunga betina. Kedua bunganya berwarna kuning. Bunga betina memiliki pembengkakan (indung telur) di pangkal mekar menyerupai melon kecil.

Lebah dan serangga penyerbuk mengunjungi kedua bunga, memindahkan serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina. Biasanya bunga jantan hanya hidup satu hari; mereka mekar di pagi hari dan jatuh dari di malam hari.

Ovarium bunga betina yang diserbuki akan mulai membesar dan buah akan matang dalam dua sampai empat bulan. Buah matang akan siap dipetik sekitar 12 minggu setelah tanam.

Wadah Tumbuh

Pare bisa ditanam dalam pot. Pilih wadah yang dapat menampung setidaknya 19 liter tanah pot—lebih banyak lebih baik. Pastikan wadah memiliki drainase yang baik.

Panen

Panen pare sekitar 12 hingga 16 minggu setelah tanam dan 8 hingga 10 hari setelah mekarnya bunga saat buahnya berukuran panjang 4 hingga 6 inci (10-15 cm). Buahnya akan sedikit berbentuk buah pir, dengan kulit hijau muda dan beberapa garis kuning. Jika buah bertahan terlalu lama di dahan, mereka akan menjadi terlalu matang, menguning, tumbuh terlalu besar, dan menjadi pahit.

Pare memiliki lapisan daging tipis yang berubah warna menjadi jingga menjadi merah cerah saat matang. Dagingnya mengelilingi rongga interior berongga dengan bubur putih seperti spons yang dibumbui dengan biji. Buahnya akan berair dan renyah seperti mentimun.

Rasa pahit pada pare muncul karena adanya alkaloid momordicine dalam pare; semakin gelap warna pare, semakin pahit dan intens rasa buahnya.

Tags: #kebun #pare #pekarangan #pertanian

Sukses Budidaya Sirih Cina: Superfood Yang di Anggap Gulma
Budidaya sirih cina – Sirih cina (Peperomia
7 Cara Sukses Bagaimana Agar Pohon Sawo Berbuah Lebat
Bagaimana agar pohon sawo berbuah lebat –
Petunjuk Menanam Tomat di Dalam Pot atau Kontainer Plastik
Petunjuk Menanam Tomat di Dalam Pot atau Kontainer Plastik
Menanam tomat dalam wadah – misalnya kontainer
Cara Merawat Tanaman Cabe Rawit Agar Berbuah Lebat
Cara Merawat Tanaman Cabe Rawit Agar Berbuah Lebat
Cara merawat tanaman cabe rawit agar berbuah

Tinggalkan pesan "Panduan Menanam Pare di Pekarangan Rumah atau Taman"


Top